surat (1)

kepada putera:
kapan pulang?
kami kian terhempas
oleh bisik-bisik yang mengalir di jalanan

kami menyemat doa di depan pagar
tapi kami tak cukup yakin,
apakah ia seampuh tongkat musa

putera, surat ini kami kirim
lewat tukang pos yang sudah sekian lama
mengantar berkat ke rumah
kami (selalu) menyogoknya dengan sedikit upah
hasil timbang beras di pasar
--anjuran tukang doa, tadi malam

kami diajarkan bahwa surat yang penuh kuasa
membebaskan ini
bakal sampai ke rumah
bila upah yang kami taruh di kabi kian berhingga
--pesan tukang doa, pagi tadi

putera, kalau toh semua ini berakhir, kami titip rumah!
di kamar depan sudah kami tanam puisi
ialah sari yang tumpah dari doa dan airmata
di kamar tengah kami semai pena ane
cukup untuk makan. tergantung cara kau merawatnya
di kamar belakang kami tanak tubuh ini
sebagai aroma dan jawaban bagi bisik-bisik jalanan

putera, kapan pulang ke impian?

Ket: kabi: tempat sirih pinang; pena ane: jagung padi
surat (1) surat (1) Reviewed by Travel Blogger on 17:00:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.