Oepoli

desa yang gulita itu kini berdentang
mengiang ke pucuk-pucuk bibir

nenek mati tanpa sakit, bapa tua
sesak napas, adik bungsu badan panas,
mama muda mengerang di kamar, tapi tak jua beranak.
sudah tiga malam mereka bergulat di tangan tim doa


di mulut-mulut tegang cerita tambah sedap
tentang suanggi di pertigaan
kata mereka santetnya sanggup menghentikan laju roh
yang dihembuskan Tuhan
maka bukan kebetulan atau kisah jenaka
kalau orang-orang Oepoli sungguh mengikat nasib
pada suanggi

makin malam, tim doa makin pintar
meramu doa sesuai jumlah duit
yang terbentang di kaki lilin
meski ia tak ‘kan pernah tahu, Tuhan butuh berapa rupiah
untuk menyembuhkan nenek, bapa tua,
adik bungsu, dan mama muda

kalau akhirnya mereka semua mati
tim doa ialah pembantu tuhan yang kalah
di tangan suanggi
dan hidung suanggi kembang kempis
karena memenangkan pertarungan

hingga hari ini suanggi dan tim doa
masih bertarung di tanah Oepoli,
desa yang dieram bukit dan laut
untuk melahirkan suanggi-suanggi tangguh
dan tim-tim doa kreatif

sementara gereja dan rumah sakit
ialah tempat singgah sebelum ke liang lahat
Oepoli Oepoli Reviewed by Travel Blogger on 18:30:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.