Terima Kasih 2015 Karena Segera Dikenang

 blogger
Dengan segala yang teringat, 2015 boleh pergi sekarang. Jika ia seorang ‘bos’ di tempat kerja, tambahkan imanku akan saldo yang lebih manusiawi di 2016. Jika ia seorang teman lama, tabahkan hatiku untuk menemukan hal-hal menarik darimu. Jika ia kenalan baru, tumbuhkan kepercayaan diriku untuk berlama-lama dengan tatapan. Mungkin itu akan jadi cerita bagus merayakan ajal masa jomblo. Jika ia orang yang lebih tua atau mereka yang sudah terlanjur berumur, berikan aku cita rasa kreatif untuk menjawab pertanyaan ‘kapan kawin-mawin’.

Terima kasih 2015. Curahan hati memang selalu berbau murah dan subjektif karena kebenarannya diukur oleh orang yang menceritakannya. Sementara mereka yang mendengar atau membacanya tidak akan menolong si pencerita dari segi apa pun, selain menyambung pengalamannya sendiri atas cerita itu. Saat itulah ia sedang merayakan subjektivitasnya. Maka apa pun curahan ini, anggap saja pemantik bagi curahan dari hati-hati yang lain.

Tahun yang segera terlewat ini memang penuh dengan kejutan. Meramu kumpulan puisi “Parinseja” hingga diterbitkan, bertemu dengan “LogikaRasa” di ALF 2015, bergabung dengan “LogikaRasa”, membaca sejumlah buku yang kadang melelahkan dan menyita rasa penasaran, dan tentu saja masih rutin menulis puisi seperti dua hingga tiga tahun sebelumnya. Bersama dengan itu, menyaksikan para penulis yang namanya kian melambung; semisal Faisal Odang, Mario F. Lawi, Aan Mansyur, dan yang lain-lain. Bahkan sepuh semisal Sapardi juga ikut menggiurkan arena literasi dengan novel “Hujan Bulan Juni”.

Salah satu dari sekian yang terakhir adalah diajak kumpul bareng ‘Penulis Tetap LogikaRasa’ untuk merancang mimpi-mimpi ke depan. Baiklah, semoga terwujud dan kita masih punya tenaga untuk merawatnya.  Di luar hal-hal ini, 2015 layak diterimakasihi kerena sudah mendatangkan banyak pengalaman yang imanen dan transenden. Untuk semuanya itu, selamat karena mereka telah bermetamorfosis jadi kenangan.

Pekerjaan merawat kenangan seumpama perempuan dan laki-laki masa kini yang takut menjadi tua tetapi sangat bahagia saat merayakan ulang tahun. Kenangan, entah disukai atau tidak, ia akan selalu ada. Kau tak kuasa untuk menolak kedatangannya. Orang-orang bijak menasihati, berdamai saja dengan pengalaman hidupmu, entah manis atau sadis. Itu akan semakin menjadikanmu orang yang bijaksana. Begitu pula dengan persoalan umur. Mau menggunakan resep apa pun pada akhirnya urat di sekujur tubuh mengendor. Asalkan urat mimpi jadi orang bijak tidak melempem. Singkatnya, mereka yang takut menjadi tua, bertobatlah di 2016. Jika tidak ingin tua, berhentilah berulang tahun. Yang artinya,,,

Kalau pun kenangan tertentu dari 2015 akan berulang tahun di 2016, perlakukanlah dia dengan seadil-adilnya. Rasayakan kedatangannya dengan segelas kopi dan puitiskan kepadanya kata-kata terbijak yang kau miliki. Siapa tau ia ingin menagis, dan saat itulah kau akan tahu seberapa besar kenangan  mencintaimu. Dari sana kau belajar mencintai kenangan.
Terima Kasih 2015 Karena Segera Dikenang Terima Kasih 2015 Karena Segera Dikenang Reviewed by Travel Blogger on 12:28:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.