sane

debur ombak menyembur dingin
hingga ke sane, malam-malam. gigil menggigit
jemari usia, bergetar di antara derap purnama

malam apa yang sedang kaujaga tuan?
bukankah ‘sane’ selalu khusyuk
mengunyah-ngunyah sepi?

sudah berwaktu-waktu si tuan bermalam di situ,
di balik beti. ia berharap dingin tak menemukannya
sebab telah ia tanam cita-citanya
sebagai palang pintu

tiap malam yang sampai
dipeluknya serupa gemuruh laut
yang menguras usia ke mimpi-mimpinya

bagi si tuan, esok adalah hari panen,
yaitu menuai buah-buah peluh:
sebakul padi untuk makan
sekarung harapan untuk anak
se-sokal keluh untuk utang

Ket: sane: pondok; beti: kain tenun ikat untuk laki-laki; sokal: lumbung
sane sane Reviewed by Travel Blogger on 18:39:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.