tuan dan nyonya puisi

aku memanen malam yang ditinggalkan ibu
dekat pondok. lalu kusimpan dekat tungku
agar ia hangat tidurnya, lalu kami pulang ke rumah

di jalan ibu bercerita tentang masa lalu
di pondok. katanya: “ayahmu seorang puisi.
setiap kali ia menulis kata, segerombolan padi
siap menari-nari di pematang. setiap kali
ia menutur kata, segala perkara bermuara tuntas.”

aku butuh waktu seteguk untuk membedakan
mana ayah, mana puisi. tapi ibu berceloteh lagi
“kau lahir dari puisi yang ditanam ayah di pondok”

aku semakin bingung. “ya sudahlah. mungkin aku
adalah anak dari tuan dan nyonya puisi.” Amin.

gajayana, 27 februari 2014
tuan dan nyonya puisi tuan dan nyonya puisi Reviewed by Steve Elu on 15:38:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.