selendang

kau pikul selendang tenun
sepenuh dingin ragamu
di malam tak terucap itu

dari kelopak matamu yang buram
kami mengeja setiap keluh
sekaligus bersungut-sungut resah

“mengapa kau sesatkan kami
di padang yang gersang ini?”

dapatkah kau menolong kami
untuk menenun angin yang lelapkan
segudang iba di mata kami?

sanggupkah kau memapah kami
untuk meringkas matahari yang geliatkan
pencarian akan jejak jemarimu
di ladang ingatan kami?

sungguh! selendang tenun
telah mengikat imaji kami di papan tidurmu
dengan rantai darah yang akan selalu genangi setiap ingat

indigo, 7 februari 2014

selendang selendang Reviewed by Travel Blogger on 15:38:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.