hikayat terakhir

malam masih lengkap dengan rumbainya
silau memantul di pipimu
sementara angin sudah berhenti mengusir gerah
yang mengalir dari ujung hidungmu

akalku menari-nari
menembang kata, menyulam hikmat
untuk hikayat terakhir
sebelum segalanya benarbenar tuntas

aku yakin, waktu makin berusia
dan ia takkan lagi menari gemulai,
bagai kuas di jemari pelukis

kecuali segumpal waktu yang kian tegas
datang menemuimu untuk menyampaikan cerita
bahwa tamantaman ini akan teduh bersamamu

kos bambu, 17 agustus 2013
hikayat terakhir hikayat terakhir Reviewed by Steve Elu on 20:15:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.