sajak pagi

ibu sedang menanak mimpi di dapur
dengan kayu yang menyala, pungutan
ayah yang terakhir, kemarin sore

sambil memasak, ibu mendengar piringpiring, juga
gelasgelas bertukar kata:

“kalau hujan kian kuyup, jangan putar kopi pagi
kalau hujat kian basah, jangan putar balik muka”

“kalau pisang tak lagi berbuah, biarkan ladang menggali sumur
kalau sawah tak lagi berbulir, biarkan kawan menawar sesuap”

ketika aku bangun, ibu tengah bertelut
di seberang tungku. dalam bisiknya yang sendu
ia menyebut nama ayah. sebetulnya, ayah masih tidur
di situ, di dipan buatannya. hanya sebagian kayu
sudah dibakar ibu untuk sarapan pagi ini

aku mengipas api di dalam bejana yang hampir matang
asap mengepul bagai sesembahan Habel di kebun

ya. kami sedang menanak pagi di seberang rumah, tempat
ayah mencangkul-cangkul doa

kos bambu, 20 februari 2014
sajak pagi sajak pagi Reviewed by Steve Elu on 15:47:00 Rating: 5

1 comment:

Unknown said...

selamat siang kk, saya copy puisi ini untuk ujian Bahasa Indonesia anak-anak SMAK Fides Kefa kelas 1....... terima kasih....

Powered by Blogger.