Berdua dengan Fotomu


STEVEELU.com - Ketika mendiskusikan buku kumpulan puisi saya “Parinseja” (KataBergerak/Motion Publishing, 2015) di Malang, Jawa Timur, tiga bulan yang lalu, seorang sahabat baik mengatakan demikian.

Puisi-puisimu bagus. Diksi yang kamu pakai, meski terkesan biasa, tetapi penempatannya selalu memberi kejutan-kejutan kecil. Efek musikal dalam tiap lariknya juga cukup terjaga sehingga membantu pembaca, terutama saya, untuk menikmatinya. Tapi sayang, hanya berhenti di situ. Karena puisi yang kau tulis berakar pada lokalistas dari mana kau berasal, sehingga kami yang tidak mengerti dan tahu konteks lokalnya, kehilangan jejak untuk menelusurinya. Baik kalau kau juga mencoba menulis puisi dengan genre umum. Mungkin akan memberi warna yang berbeda dan nikmat untuk dibaca.

Sekembali dari diskusi di Malang, saya mulai berpikir keras bagaimana menulis puisi dengan tema-tema umum, yang familiar untuk barbagai kalangan. Tema yang paling umum adalah tema cinta. Itu sudah banyak dibuat oleh para penulis puisi terdahulu. Ribuan puisi cinta sudah didedahkan. Lantas saya mau menulis apa?

Akhirnya saya memutuskan untuk menulis tentang hal yang sama, cinta. Tetapi, saya mesti menemukan cara dan gaya tersendiri. Seperti puisi-puisi yang saya tulis sebelumnya, saya ingin menjadikan efek musikal dan penempatan diksi sebagai sesuatu yang unggul dalam genre baru ini.

Saya tidak sedang mau mengunggulkan diri dengan membuat tulisan ini. Tapi saya sedang berusaha untuk mengawal proses kreatif saya dengan mencatat proses ketika saya hendak menulis sesuatu. Sampai hari dimana saya membuat tulisan ini sudah ada sekitar 40 puisi yang dalam ukuran saya berhasil saya tuliskan. Mereka masih terus saya giring ke dalam proses pengeditan. Mudah-mudahan, di suatu waktu mereka akan lahir sebagai kumpulan tersendiri, sebagai jejak untuk genre yang sedang saya tekuni.

Berikut ini sebuah puisi, yang sedang saya pertimbangkan, bila sudah tiba waktunya saya akan pilih jadi judul kumpulan. Tapi sekali lagi, ini masih dalam proses. Semoga mereka lebih giat merapikan diri agar mudah dijadikan sekandung dalam satu kumpulan.

berdua dengan fotomu

mengintip facebook-mu serasa bermanja di kuburan
di antara tumpukan fotomu yang menantang
kutumbuhkan harapan yang kencang
agar acap menemukan rinduku
yang tercecer di celana dapurmu

tapi bukan berarti aku mengundang pulangmu
aku hanya ingin berdua dengan fotomu
sementara kau tetap kubiarkan jauh
sejauh perjalanan ke dalam kalbu

tiap malam aku bernyali sendiri
memajang dada di lahan pekuburan
karena kau selalu menjelma hawa
yang merawat aku di seantero tiadamu

2015


Berdua dengan Fotomu Berdua dengan Fotomu Reviewed by Steve Elu on 22:37:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.