Jangan Khianati Bahasa Indonesia


STEVEELU.com - Akhir-akhir ini saya punya satu keprihatinan yang luar biasa terkait penggunaan huruf "p" dan "f". Saya tidak sedang ingin mengatakan bahwa penggunaan itu benar atau salah. Tetapi sebagai seorang warga Indonesia yang baik, yang belajar Bahasa Indonesia sejak Sekolah Dasar sampai sekarang, saya merasa perlu prihatin.

Bahwa di kalangan pergaulan masyarakat kata-kata yang menggunakan huruf "f" dibaca atau dilafalkan sebagai huruf "p". Misalnya kata "huruf" dilafalkan sebagai "hurup", kata "sifat" dilafalkan sebagai "sipat", kata "aktif" dilafalkan sebagai "aktip", dan berbagai contoh lain.

Dalam canda harian, teman-teman saya langsung menyebut suku atau budaya tertentu yang 'dari sononya' (kata mereka) tidak bisa melafalkan huruf "f". Lantas gaya pelafalan ini pun terus dibawa sampai hari ini. Bahkan ia sudah merambah ke dunia tulis menulis.

Kalau itu sebatas bahasa parkiran, oke saya akan memaksa pikiran saya untuk mengerti. Tapi kenyatannya adalah cara pelafalan ini sudah sangat masif di masyarakat. Dua hari yang lalu, pada teks berjalan atau yang orang-orang keren sering menyebutnya dengan istilah "runing tex" di TV One, cara pelafalan ini muncul. Kurang lebih kalimat yang tertulis di teks berjalan itu bunyinya demikian, "Jelang libur lebaran, 'pondasi' di jalan.... sudah dipasang". Pelafalan serupa sering saya temui juga di berbagai berita online.

Saya mulai kuatir bahwa ke depan karena terus-terus digunakan, orang akan berpikir bahwa kata yang dilafalkan memakai huruf "p" itulah yang baku. Perlahan-lahan lafalan yang benar, memakai huruf "f" mulai ditinggalkan. Akan lebih memprihatinkan lagi kalau dalam tulisan-tulisan ilmiah selanjutnya pun gaya pelafalan ini malah ikut 'dibakukan'.

Bagi saya, kalau sampai ini terjadi maka saya harus jujur bahwa kita sedang melakukan pengkhianatan besar terhadap Bahasa Indonesia. Apalagi pelafalan itu hanya tumbuh di kalangan tertentu lalu karena sudah sangat banyak digunakan maka seolah-olah ia jadi bagian dari urusan nasional. Ini sungguh mengerikan.

Karena itu, saya mengusulkan agar Anda yang membaca curhat saya ini perlahan-lahan menyebarkan perbaikan ini. Atau, bila Anda adalah salah satu yang sering salah lafal sebaiknya lekas-lekas memperbaikinya. Ini hanya untuk kebaikan kita bersama, kebaikan bahasa Indonesia yang kita cintai ini. (cie...cie..... lagi prihatin nih.) Jangan malas mengoreksi diri bila ada yang masih kurang. :) :) :)
Jangan Khianati Bahasa Indonesia Jangan Khianati Bahasa Indonesia Reviewed by Travel Blogger on 18:09:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.