Jumpa Mba Ayi Putri Tjakrawedana

STEVEELU.com - Hari ini, Jumat, 1 Mei 2015, yang oleh Indonesia lebih dikenal sebagai Hari Buruh,  saya berkesempatan bertemu dengan mba Ayi Putri Tjakrawedana. Perkenalan kami bermula di status Facebook Kupas Buku Club. Waktu itu, Kupas Buku mengumumkan kepada para sahabatnya untuk berbagi judul buku yang dibaca selama liburan weakend. Dari komentar di status, kemudian berkembang mencari kesempatan untuk berbagi cerita seputar karya dan aktivitas kami sehari-hari.

Setelah mencari waktu di sela-sela kesibukan, jadilah kami bertemu hari ini di sebuah mall (cie, biar kelihatan seperti orang Jakarte benaran, hehehehe) di kawasan Grogol, Jakarta. Banyak hal dari pengalaman masing-masing kami ceritakan. Tanpa terasa, hampir empat jam kami larut dalam berbagi cerita.

Lantas, siapa mba Ayi? Mba Ayi adalah seorang mantan wartawan Tempo, Femina, dan beberapa majalah lain. Semasa aktif sebagai wartawan, mba Ayi juga terjun dalam dunia politik. Ia pernah menjadi calon DPR RI 2014-2019 dari partai Hanura. Selain sudah makan asam garam sebagai jurnalis, ia juga adalah seorang aktivis perempuan. Ia pernah menjabat sebagai  Ketua Kemitraan Pokja Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Sekarang mba Ayi tinggal di Montana, Amerika Serikat. Kebetulan ia sementara menggarap sebuah film yang ingin ia persembahkan kepada para pekerja perkereta-apian, jadilah ia datang ke Indonesia. Bulan Juni nanti, ia akan ke Taiwan untuk menjadi juri sebuah event perlombaan. Setelah itu ia pulang ke Montana.

Dari obrolan kami, saya menimba semangat menulis yang menyala-nyala dari mba Ayi. Idenya untuk membuat komunitas penulis di Indonesia mengalir deras setiap kali berjumpa dengan orang. "Setiap saya berjumpa dengan orang, saya dapat inspirasi untuk menulis. Termasuk juga mengajak mereka untuk membuat komunitas," ujar perempuan kelahiran Jakarta, 27 Januari 1967 ini.

Selain itu, ia juga berharap, semoga ada kesempatan mengajak para penulis-penulis muda untuk menampilkan karyanya di Amerika. Katanya, "Kedutaan Besar RI di Amereka punya dana untuk itu. Kalau mereka mendatangkan penari untuk menampilkan budaya tertentu, kenapa penulis tidak bisa mereka datangkan. Mungkin hanya soal koneksi saja. Semoga dalam waktu dekat, kita bisa wujudkan itu."

Tentu saja perkataan mba Ayi ini bagai api yang membakar semangat saya untuk lebih giat menulis. Bukan berarti tujuan saya menulis untuk diundang ke Amereka (tapi kalau bisa terjadi itu merupakan anugerah yang sungguh indah). Tetapi bahwa harus ada tempat untuk mempublikasikan karya-karya saya dan Anda semua, kesempatan seperti ini jangan pernah dilewatkan. Itu akan sangat memperkaya siapa saja yang mengambil bagian di dalamnya.

Obrolan ini akhirnya kami sudahi dengan merencanakan beberapa kegiatan yang akan kami lakukan dalam waktu dekat ini. Semoga Anda yang merasa terarik, bisa bergabung bersama kami. Mari kita meneteskan peluh untuk maju bersama dalam mencetak sejarah literasi di Indonesia.

Steve Elu
Jumpa Mba Ayi Putri Tjakrawedana Jumpa Mba Ayi Putri Tjakrawedana Reviewed by Steve Elu on 18:55:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.