Puisi Saya Di Banjarmasin Post

STEVEELU.com - Kata Joko Pinurbo : "Kurang atau lebih setiap rezeki perlu dirayakan dengan secangkir kopi". Maka marilah kita merayakan tiga puisi mungil yang nampang di Banjarmasin Post, Minggu, 25 Januari 2015. Selamat menikmati.


tanah pembebasan

kami melewati ribuan utang untuk sampai ke tempat ini
padang yang menadah tetes-tetes nira,
juga keluh kesah ibu saat melahirkan.
sehingga bagi kami, seribu hari ialah perkalian yang timpang
di hadapan hunjam yang fana
sebab kami adalah yang tak terhingga
dengan mata yang selalu menyala di tiap tingkap fajar
dan benderang untuk lekukkan senja yang berlalu.
suatu hari, kami duduk di hadapan pintu
sembari saling mencari damai di atas kepala,
menanti kalau-kalau kau ulangi lagi perumpamaan
tentang tanah yang nira. sungguh, kami rindu nira itu.


rumah pembebasan

kalau sudah begitu, tiang-tiang harapan pun rapuh
dikoyak-koyak sepi. sehingga ia berdehem penuh rindu
pada pagi yang agung dan senja yang anggun

rumah bergelantung di dadanya
yaitu kedamaian yang ia raih dengan penuh lapang
dari jari-jari waktu. ia sudah lama berziarah di sepanjang agama masa kecil,
yang mengajarkan pertobatan berselimut gemetar,
bahkan tengadah pun ialah laku tak terampuni

bertahun-tahun ia menggendong rumah
dan mencari tanah yang subur untuk ditaburnya.
sebab hari pembebasan sunguh hampir tiba


surat pembebasan

detik-detik berdentang dengan ketukan
yang tak diketahui ayah. di sudut sempit,
aku terselib mendengarkan huruf-huruf meloncat
dari ketukan satu, ke ketukan berikut.
“sebentar lagi akan sampai ke kepalaku.”

hingga larut malam huruf-huruf masih saja berlari-lari kecil
di antara tebasan jarum. ada yang sudah berkorban:
korban perasaan, korban pikiran,
hingga korban bakaran. yaitu membiarkan hatinya kubaca
dari sudut yang tak kukenang dalam doa.

“aku terbit sebagai manusia bebas pagi ini”
Puisi Saya Di Banjarmasin Post Puisi Saya Di Banjarmasin Post Reviewed by Steve Elu on 19:12:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.