"Ekaristi" dan "sajak terkahir" Saling Berjabat Tangan



STEVEELU.com - Sajak-sajak Mario F. Lawi dalam buku ini datang jauh dari masa kecilnya, atau bahkan lebih jauh lagi, dari kisah-kisah dalam kitab suci yang dianut ibunya dan ritual-ritual tradisi yang dipercayai kakeknya. Pertemuan dua sungai itulah yang Mario dongengkan kembali kepada kita dengan penuh perhitungan, baru, unik, dan indah. Memasuki kisah-kisahnya akan membawa kita bertemu dengan hal-hal yang minta dipeluk dan sekaligus ditolak. Kita akan tergoda membaca dan membacanya lagi sebagai hal-hal asing dan akrab secara bersamaan dan mungkin dapat memaknainya lebih dalam. Karena kami percaya bahwa "Puisi Milik Semua." Temukan maknanya untukmu.

Inilah sinopsis yang tertera pada halaman sampul belakang buku "Ekaristi" karya Mario F. Lawi. Buku ini saya peroleh secara sepsial langsung dari Mario kala kami jumpa di Taman Budaya NTT, Kupang, Selasa, 4 November 2014.

Sebetulnya, nama Mario Lawi tidaklah asing bagi saya. Saya mengenal Mario lewat puisi-puisinya yang sudah tersebar di Kompas, Koran Tempo, Santarang, dan buku kumpulan puisi sebelum buku ini, "Memoria".

Maka pemberian langsung dari penyair berbakat asal NTT ini merupakan kebanggaan yang sungguh besar bagi saya. Ini adalah perjumpaan pertama kami, dan "Ekaristi" dan "sajak terakhir" (buku saya) menjadi jabatan erat yang sungguh membanggakan. Semoga kita tetap berkarya untuk sastra Nusantara.
"Ekaristi" dan "sajak terkahir" Saling Berjabat Tangan "Ekaristi" dan "sajak terkahir" Saling Berjabat Tangan Reviewed by Steve Elu on 03:46:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.