Perjalanan Pertama Jakarta-Daejeon, Korea Selatan

STEVEELU.com - Tidak pernah saya bayangkan bahwa akhirnya saya mendapatkan kesempatan untuk melakukan liputan ke luar negeri, ke sebuah negara yang tidak ada dalam bayangan saya sama sekali. Tapi, apa yang bisa saya katakan sekarang adalah bahwa peristiwa itu benar saya alami.

Pada 14 Agustus 2014, saya menumpang pesawat Asiana Airlines yang akan membawa saya ke Korea Selatan. Yah, sebuah kota yang pernah menyelenggarakan piala dunia. Sebuah kota yang menjadi salah satu negara maju dari daratan Asia dalam level dunia.

Saya berangkat dari Jakarta Bandara Internasional Soekarno-Hatta pukul 23.45 WIB dan tiba di Bandara Udara International Incheon Korea Selatan pada keesokan harinya, 15 Agustus 2014. Penerbangan ditempuh kurang lebih tujuh jam. Jadi saya tiba sekitar pukul 08.55 waktu Korea Selatan, lebih cepat dua jam dari waku Indonesia Barat (sama dengan waktu Papua).

Ketika pesawat mendarat di Lapangan Terbang Incheon, yang ada di dalam hati saya hanya kekaguman. Kota yang ditata indah dan sangat menyenangkan. Mungkin masih pagi bandara terkesan sepi. Tidak ada hiruk pikuk dan suara bising yang terdengar dari dalam bandara. Atau, mungkin memang semuanya sudah tertata rapi. Kesimpulan ini saya dapatkan ketika sudah tiba di luar Bandara.

Di sepanjang lorong dan halaman bandara yang sempat saya lewati, tidak saya temukan satu pun sampah yang berserakan. Semua tertata rapi. Di dekat pintu keluar sudah ada loket untuk penyewaan telpon seluler khusus untuk layanan komunikasi selama di Korea Selatan. Juga, loker yang menyediakan layanan untuk penukaran uang ke mata uang Korea, Yen, atau pun ke mata uang dollar US.

Setelah rehat sebentar, saya melanjutkan perjalanan ke Daejeon, kota yang saya tuju untuk melakukan liputan. Saya menumpang bus dari bandara ke Dongju. Selama di perjalanan inilah kekaguman demi kekaguman saya alami. Korea Selatan membangun tata kotanya dengan sangat indah. Di setiap tempat kita bisa menemukan daerah resapan berupa lahan kosong atau pun sawah.

Jalan pun tertata rapi, lagi-lagi tidak ada sampah di sepanjang jalan. Rasanya pedagang kaki lima hanya ada di Indonesia. Di sisi jalan dengan mudah saya temukan areal hijau dengan pohon-pohon. Sungguh menyenangkara rasanya kalau di tengah kota pun masih ada areal hijau. Kalau istilah Indonesianya taman kota, maka di Korea Selatan taman kotanya terlalu banyak.

Selama dalam perjalanan itu, saya juga tidak menemukan orang mengenderai motor. Memang aneh rasanya. Kalau di setiap lampu merah Jakarta dijejali ribuan sepeda motor, maka di Korea Selatan motor hanya dipakai untuk perjalanan jarak dekat dari rumah ke tetangga. Kalau mau bepergian, orang Korea selalu memakai bus umum. Sepanjang perjalanan saya hanya menemukan sekitar 10 motor. Itupun diparkir di depan toko.

Setiba di terminal bus Dongju, saya melanjutkan perjaanan ke Daejeon, sekitar satu jam lagi. Rasanya lumayan lelah. Tetapi melihat tata kota yang begitu rapi dan teratur, terasa sangat menyenangkan.

Kapan ya Indonesia seperti ini?



Steve Elu, 15 Agustus 2014
Perjalanan Pertama Jakarta-Daejeon, Korea Selatan Perjalanan Pertama Jakarta-Daejeon, Korea Selatan Reviewed by Steve Elu on 19:17:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.