Peraih Maarif Award 2014



STEVEELU.com - Mahasiswa dan orang Jakarta harus belajar menghargai petani. Demikian Masril Koto, satu-satunya peraih Maarif Award 2014 untuk kategori sosok penggerak perubahan dalam masyarakat dan pluralisme.

Ketika saya menemuinya di Twin Palza Hotel Slipi untuk mewawancarainya, saya seolah tidak percaya. Tubuhnya kecil, bicaranya terkadang kata yang diungkapkan tak terlalu jelas terdengar, dan pilihan kata komunikatifnya sangat sederhana, tidak seperti presiden kita yang sering mengutip istilah-istilah asing dalam pidatonya, meski rakyat yang mendengarnya tidak paham apa yang ia maksud. jadilah pemerintah berjalan sendiri, rakyat sering berjalan sendiri.

Keberhasilan Masril meraih Maarif Award 2014, tentu bukanlah suatu cerita dongeng atau sesuatu yang datang tiba-tiba. Ia telah memperjuangkannya sejak awal tahun 1990-an. Hal itu ia lakukan dengan menggerakan para pemuda/pemudi di kampung halamannya, Agam, Sumatera Barat, untuk menjalankan kegiatan-kegiatan Karangtaruna dari hasil kerja keras mereka sendiri.

Dari gerakan awal itu, akhirnya ia mendirikan Bank Petani, yang kini berjumblah sekitar 500 cabang dan tersebar di seluruh Nusantara. Bank mikro ini berfungsi untuk melayani kebutuan-kebutuhan petani, terutama untuk menunjang modal pertanian mereka. Sejauh ini, menurutnya, Bank Petani ini sudah banyak membantu masyarakat di sekitarnya.

Masril berkali-kali menegaskan dalam perjumpaan kami itu bahwa selama ini banyak orang, terutama orang-orang Jakarta, merasa diri penting atau lebih pintar ketika berhadapan dengan petani. "Mereka datang dari Jakarta lalu mengajari petani bagaimana bertani. Petani sudah lebih pintar. Tak perlu diajari. Ia hanya butuh diberdayakan, yaitu dibangkitkan kepercayaan dirinya dan potensi-potensinya," tegas Masril.

Ya, lanjut Masril, ekonomi itu adalah pemberdayaan. Pemberdayaan itu adalah menemukan keunggulan-keunggulan dalam diri petani dan dijadikan kekuatan untuk kebangkitan perekonimian mereka. Itulah inti dari ekonomi.

Bersama dengan Masril, penerima Maarif Award 2014 untuk kategori lembaga yang mengusahakan nilai-nilai pluralisme adalah Yayasan Perguruan Iskandar Muda Medan, Sumtera Utara. Di sekolah ini pendidikan pluralisme kepada anak didiknya sangat kental. Secara kasat mata, hal ini terlihat dari tiga bangunan tempat ibadah: Masjid, Gereja, dan Wihara yang saling berdekatan di lingkungan sekolah itu.

"Yang kami inginkan adalah kita saling menghargai. Perbedaan SARA bukan ancaman, tapi rahmat yang harus dirayakan," demikian pendiri Yayasan Perguruan Iskandar Muda Dokter Sofyan Tan, dalam acara penerimaan Maarif Award 2014 si Studio Metro TV Kebon Jeruk, Jakarta, Sabtu, 7 Juni 2014.

Steve Elu
Peraih Maarif Award 2014 Peraih Maarif Award 2014 Reviewed by Travel Blogger on 08:33:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.