Minta Puisi

STEVEELU.com Sejak kemarin, Sabtu, 14 Juni 2014, banyak teman yang mampir di laman facebook saya untuk menitipkan "like" atau komentar. Pasalnya, saya mempublikasikan kover buku saya akan segera terbit beberapa hari ke depan ini.

Hari ini, Minggu, 15 Juni 2014, seorang teman menghubungi saya dan menanyakan perihal proses sampai terbitnya buku saya itu. Salah satunya ialah seputar proses saya menulis puisi. Dari obrolan itu, ia meminta saya menuliskan sebuah puisi untuk ia sertakan dalam bukunya yang sedang dalam proses terbit. Wah tentu saya sangat senang karena ia memberikan kepada saya sebuah kesempatan langkah. Setelah saya memeras otak sekitar dua jam lebih, akhirnya lahirlah puisi ini:

gadis pelukis bulan

di beranda rumah
gadis itu menantikan jalan terlukis di dada bulan
sudah beribu malam ia bersiap mengarungi
pagar cahayanya yang rimbun
menuju Firdaus, tanah pusaka yang diimpikan

ia tak sedang berlari,
ataupun mangkir ke bulan. melainkan
belajar tabah menanti bulan kembali. Katanya,
“kepergian bulan hanya ingin memberi isyarat
bahwa ia akan kembali
seperti pula cobaan hidup, hanya ingin melukis
bulan di mataku esok hari”

mata gadis itu lebih tegar pada dingin teras rumah
lebih tabah pada hunjam malam
lebih kukuh pada derai arimata
“ini hanya tetas cat yang jatuh di atas kanvas
tempat aku melukis bulan.” amin.

kos bambu, 15 juni 2014

Steve Elu, Penulis Buku “sajak terakhir (untuk sang ayah)”.

Untuk teman saya itu, semoga proses penerbitan bukunya lancar dan semakin kreatif ke depan. Salam kreatif.
Minta Puisi Minta Puisi Reviewed by Steve Elu on 17:11:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.