LintasGayo.com (2)

Puisi-Puisi Steve Elu

embun pembasuh duka

bau napasmu masih tersisa di ujung hidung
saat hujan berpamitan dengan malam
dan dingin malumalu mencumbui embun
di halaman yang tandus mukanya

aku ingin memungut sisasisa desah
yang kau tinggalkan di kasurku
sebab mudahmudahan esok hari kau mau kembali
dan tidur di dipanku

dan aku akan mendongeng kepada malam
tentang mimpimimpiku merangkul samudera
dengan bantal pemberian ibu
dan menyapu angin dengan sapu lidi pemberian ayah

mimpiku yang selalu bergelora di pembaringan
tak akan mati dimakan lapar
karena embun masih setia membasuh setiap duka
yang memanas di siang hari

pluit, 27 september 2013

kisah yang berguguran

di beranda pagi yang muram
katakata gugur dan kisahkisah pun layu
dalam hangat ruang amuk
matahari lebam, sinarnya merindu
kau dan aku hanya sanggup menggenggam duka

masa lalu kian terindukan
akhirnya kita setujui bahwa setiap kisah
tak dapat menyata
sebab waktu telah membunuhnya.

kebon jeruk, 17 juni 2013

pulang

aku terbang bersama angin
menggendong awan
menemui purnama yang sekarat
mengapa kau cepat uzur tuanku?
maukah kau bersamaku setahun lagi?

kuingin mengajakmu
pulang ke gubuk sepi
di sana rindu sudah menanti

palasari, 25 mei 2013

petualang

kenangan lama terguras waktu
mimpi sekarang berbuntut senja
angan masa depan menerjang hampa
kelam sudah masa lalu
masa depan impian tak terduga
aku yang hampa kini

kos bambu, 17 November 2012

rokok

dengan sebatang rokok ia membakar
paruparunya yang menginjak usia ketujuh
kabut yang mati dari rantingranting pohon
ia tanam dalam dagingdagingnya yang rapuh

freedom, 5 juli 2013


- See more at: http://www.lintasgayo.com/41301/puisi-puisi-steve-agusta-2.html#sthash.u0jLLlBT.dpuf
LintasGayo.com (2) LintasGayo.com (2) Reviewed by Travel Blogger on 10:44:00 Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.